BlangMerang-koreksinews, kamis(03/04/2025)
Langkah awal pemerintahan Bupati Alor Iskandar Lakamau, SH., dan Wakil Bupati Rocky Winaryo, SH., M.M secara resmi dimulai dari tanah adat Baranusa, Kecamatan Pantar Barat. Dengan penghormatan adat yang kental, gerakan besar bertajuk “Alor Berkemas” diluncurkan sebagai penanda dimulainya program 100 hari kerja pemerintahan baru.
Kunjungan kehormatan perdana ini di sambut dengan Tarian Gala Soro oleh Sanggar Mau Boli yang di Pimpin Abdul Rasyid Mangkop di gerbang masuk Pintu Duli wowang dan tiba Tiba di Pelabuhan Baranusa, Kamis (03/04/2025),
Bupati dan rombongan disambut hangat oleh Camat Pantar Barat, Taslim Djou, bersama para kepala desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat. Prosesi dilanjutkan ke Rumah Adat “Lalang Galu”, tempat sakral peninggalan Kerajaan Baranusa. Di sana, Bupati Alor disambut secara adat oleh Pewaris Kerajaan Baranusa, Bapak Haji Mangkop Raja Baso, dan secara simbolis dinobatkan dengan penyematan sarung adat oleh Ketua Dewan Adat Rumpun Baranusa, Haji B. K. Hobol.
kunjungan perdana ini di padukan juga dengan Acara Halal bi Halal Reuni Akbar Baranusa Guo Bale 2025 bersama keluarga besar Diaspora dan Masyarakat Pantar Barat yang akan berlansung pada malam hari nantinya di Lapangan Mutiara Baranusa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Alor Paulus Brikmar, Kapolres Alor, Para Asisten Sekda Alor, dan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Alor. Keterlibatan unsur legislatif, kepolisian, dan birokrasi menandai bahwa gerakan Alor Berkemas adalah inisiatif kolektif, lintas sektor, yang didorong oleh semangat kerja sama dan kolaborasi.
“Penerimaan ini adalah restu adat, restu leluhur, sebagai dasar spiritual dan budaya bagi kami memulai perjalanan pemerintahan,” ujar Bupati Iskandar Lakamau usai prosesi adat. Dari rumah adat, rombongan bergerak menuju Aula Kantor Camat Pantar Barat untuk menyampaikan visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Bupati Iskandar menegaskan bahwa Gerakan Membangun dari Timur (Gerbang Timur) dalam semangat Alor Berkemas adalah strategi utama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, dengan titik berangkat dari nilai budaya, partisipasi rakyat, dan pemerataan pembangunan.
Enam misi strategis pemerintahannya dipaparkan secara terbuka, mulai dari peningkatan SDM, transformasi ekonomi berbasis potensi lokal, infrastruktur berkeadilan, tata kelola pemerintahan yang transparan, hingga pelestarian lingkungan dan penguatan sosial budaya.
Penobatan secara adatiah diruangan utama Rumah Adat Lalang Galu berlansung dengan hikmat dilakukan oleh Orang tua adat kepada Bapak Bupati Alor dan dilanjutkan dengan sambutan dan kata-kata petuah, selanjutnya rombongan diarahkan menuju rumah jabatan camat pantar barat untuk acara penerimaan oleh Pemerintah Kecamatan dan Desa.
Bupati juga menyampaikan lima arahan utama kepada para camat dan kepala Desa selama masa 100 hari kerja, yaitu:
- Mendukung penuh program pembangunan di wilayah masing-masing,
- Menggerakkan masyarakat agar aktif ke Posyandu,
- Mengelola dana desa secara transparan dan akuntabel,
- Menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban,
- Menjalankan budaya kebersihan dengan menetapkan satu hari kerja bakti setiap bulan.
“Kami memulai dari Pantar Barat sebagai simbol pembangunan dari pinggiran, dari tempat yang secara historis dan budaya sangat penting bagi Alor. Kami ingin rakyat merasakan bahwa perubahan dimulai dari tempat mereka berdiri,” tegasnya.
Selanjutnya Bupati Alor bersama seluruh jajaran dalam rombongan juga ini akan mengikuti Halal bi Halal bersama seluruh keluarga besar Dispora Reuni Akbar Baranusa Guo Bale 2025 dan seluruh masyarakat Pantar Barat di Lapangan Mutiara Baranusa pada malam hari nantinya.
(bangsito-koreksinews)